3 Penelusuran Terstruktur Disiplin IT

Instructions
Penelusuran Terstruktur Disiplin IT yang ada

Siapkan sebuah comment iMe di http://mit.ilearning.me/learning-in-the-matrix/.

Comment yang disampaikan harus berkaedah dan bermanfaat, yang mengandung unsur 3P, yaitu http://susanoktaviani.ilearning.me/2014/08/29/3p/

Your answer
Setelah saya membaca artikel “what should schools do?” yang artinya “apa yang harus sekolah lakukan?” ada beberapa point yang saya tangkap antara lain :

1. Seiring perkembangan IPTEK saat ini, sekolah pun harus mencari terobosan dalam hal kurikulum pendidikan bagi anak jaman sekarang
2. Dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dengan adanya tekhnologi sekarang ini
3. Peran keluarga dalam tumbuh kembang anak

Saat ini mulai banyak dikembangkan sistem pendidikan alternatif untuk anak selain di sekolah. Homeschooling mulai menjadi pilihan masyarakat sebagai alternatif metode pendidikan karena beberapa hal, misalnya karena adanya keinginan masyarakat untuk lebih fleksibel dalam mendidik anak, menyediakan sistem pendidikan yang lebih ramah terhadap perkembangan anak, maupun menjamin bahwa proses belajar mengajar anak bisa terlaksana secara maksimal. Anak seharusnya boleh berfikir bebas, bereksperimen dan menikmati proses belajarnya tanpa merasakan tekanan. Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi.

Sebagai orangtua saya merasakan sekali manfaat internet dalam kehidupan keseharian kami. Karena kami berdua akrab dengan teknologi, maka anak-anak pun tumbuh cukup akrab dengan teknologi sejak dini. Teknologi juga menjadi tempatku mencari beragam informasi yang terkait dengan pendidikan anak-anak seperti ide kegiatan, materi belajar sampai aneka tips parenting. Ketika anak-anak mulai mandiri, teknologi bahkan meringankan bebanku dalam mengajari mereka. Dari mulai belajar matematika, bahasa Inggris, sains, pengetahuan umum, hingga ke keterampilan non akademis seperti prakarya, musik, menggambar, komputer, desain grafis, animasi, 3D, kolaborasi dll dipelajari anak-anak melalui internet.

Bagaimana cara kami memperkenalkan teknologi kepada anak-anak?

Saya memperkenalkan cinta teknologi yang sehat kepada anak-anak, memperkenalkan teknologi sebagai “alat” yang mempermudah banyak hal. Kami berharap anak-anak tumbuh dengan melihat komputer sebagai alat kerja sekaligus alat hiburan.

Jadi, perkenalan awal anak-anak dengan teknologi itu berada dalam pengawasan kami. Kami tak membiarkan mereka mencari sendiri, tetapi kami memperkenalkan aturan main sejak mereka baru mengenal internet. Aturan main itu membuat mereka tak hanya main game atau mengakses internet sesuka hati mereka. Jika mereka mengakses materi yang menurut kami tidak bagus, kami akan meminta mereka untuk berganti dengan yang lain. Termasuk di dalam materi perkenalan itu adalah mengenalkan kegiatan belajar melalui internet dan kegiatan produktif lainnya.

Jadi begitulah kami memperkenalkan teknologi kepada anak-anak. Kami memang memperkenalkan teknologi sejak dini, tapi kami temani prosesnya, kami ajak ngobrol, kami bangun logika produsen dalam kepala mereka sehingga mereka melihat teknologi tidak hanya sebagai pengguna tapi bagaimana caranya bisa menjadikan teknologi sebagai alat untuk membuat sesuatu untuk berkarya.

Apakah kami punya aturan main khusus tentang teknologi?

Tentu kami punya.

Pertama, semua gadget & alat teknologi di rumah statusnya adalah milik kami (orang tua). Anak-anak hanya punya hak pakai, statusnya meminjam. HP yang dibawanya pun adalah HP yang hanya punya fasilitas telpon&SMS.

Kedua, komputer & gadget adalah “alat untuk berkarya”. Mereka tidak boleh menggunakannya untuk bermain games atau nonton Youtube di hari Senin-Jumat kecuali ada perjanjian khusus misalnya sedang libur sekolah

Ketiga, teknologi bukan segalanya. Kami berusaha mencari keseimbangan antara screen time dan physical activities dengan cara mengekspose anak-anak pada banyak kegiatan fisik di luar rumah.

Keempat, kami membuat kesepakatan dengan anak-anak tentang jenis game yang boleh mereka mainkan mana yang tidak. Tak ada game perang dan fighting di rumah

Hal paling penting dalam pembuatan aturan adalah menegakkan keempat peraturan ini dengan tegas. Tidak perlu pakai marah, tapi tegas. Kalau tidak ya tidak. Kalau melanggar ada konsekwensinya. Konsekwensinya pun hasil kesepakatan dengan mereka.

Tentu kami mengalami masa pasang-surut keberhasilan sekaligus kegagalan dalam menghantarkan anak-anak mengarungi lautan digital ini. Kami pun mengalami beragam dilema rasa, dan ketika itu terjadi maka tak ada cara lain selain menjadikan setiap kejadian sebagai cara belajar, “when life gives you lemon, make lemonade”. Salah satu dilema besar adalah ketika kami mendapati anak mulai tergantung pada komputer & gadget.

Teknologi untuk kegiatan belajar
Selain mengenalkan pada Internet & gadgetpada hal-hal yang asyik dan produktif, kami menggunakannya secara ekstensif dalam kegiatan anak-anak. Setiap hari anak-anak selalu memiliki menu belajar yang menggunakan Internet & gadget, misalnya belajar matematika (IXL Math), belajar bahasa Inggris (Reading A to Z, Raz Kids, Starfall, Reading Eggs), sains, dan lain-lain. Anak-anak pun sejak dini belajar untuk menggunakan tutorial dalam kegiatan mereka

Leave a Reply